{"id":6237,"date":"2026-03-18T13:29:20","date_gmt":"2026-03-18T13:29:20","guid":{"rendered":"https:\/\/cahaya.co\/?p=6237"},"modified":"2026-03-18T13:29:20","modified_gmt":"2026-03-18T13:29:20","slug":"maroko-resmi-jadi-juara-piala-afrika-2025-setelah-caf-mencabut-gelar-senegal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/soca.news\/index.php\/2026\/03\/18\/maroko-resmi-jadi-juara-piala-afrika-2025-setelah-caf-mencabut-gelar-senegal\/","title":{"rendered":"Maroko Resmi jadi Juara Piala Afrika 2025 setelah CAF Mencabut Gelar Senegal"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/soca.news\/tag\/maroko\/\">Maroko<\/a> resmi dinyatakan sebagai juara <a href=\"https:\/\/soca.news\/tag\/piala-afrika\/\">Piala Afrika<\/a> 2025 setelah Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) mencabut kemenangan <a href=\"https:\/\/soca.news\/tag\/senegal\/\">Senegal<\/a> dalam laga final yang berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, pada Minggu (18\/1). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keputusan ini diambil menyusul insiden <em>walk-off<\/em> pemain Senegal ketika wasit memberikan penalti untuk Maroko di masa tambahan waktu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CAF memutuskan Senegal kalah 0-3 karena dianggap melanggar Pasal 82 Regulasi Piala Afrika, yang menyatakan tim yang meninggalkan lapangan tanpa izin wasit akan dianggap kalah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keputusan tersebut diumumkan pada Rabu (18\/3), setelah banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) diterima secara formal oleh Dewan Banding CAF.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cTim nasional Senegal dinyatakan kalah (forfeit) pada pertandingan final, dengan hasil dicatat 3-0 untuk Maroko,\u201d bunyi putusan resmi CAF dikutip melalui situs CAF Online.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Latar Belakang Insiden Final Piala Afrika 2025<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Insiden bermula dari keputusan penalti yang diberikan kepada Maroko pada menit ke-8 waktu tambahan babak kedua, setelah pelanggaran dilakukan oleh El Hadji Malick Diouf terhadap pemain Maroko, Brahim Diaz. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keputusan wasit Jean Jacques Ndala, yang diambil usai meninjau VAR, memicu protes keras dari pelatih Senegal, Pape Thiaw, yang sebelumnya juga tidak puas karena gol dari Ismaila Sarr dianulir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelatih Thiaw kemudian memerintahkan seluruh timnya untuk meninggalkan lapangan. Meski sempat ditenangkan oleh Sadio Mane, pertandingan tertunda selama 17 menit sebelum akhirnya dilanjutkan kembali. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penalti yang dieksekusi Brahim Diaz berhasil ditepis oleh Edouard Mendy. Laga kemudian berlanjut ke babak perpanjangan waktu, di mana Pape Gueye mencetak gol yang sempat membawa Senegal unggul 1-0.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, setelah pertandingan, FRMF mengajukan banding resmi kepada CAF. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pernyataannya, FRMF menegaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk mempertanyakan kualitas permainan Senegal, melainkan permintaan untuk penerapan peraturan kompetisi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CAF menyatakan bahwa banding tersebut sah secara formal dan dikabulkan berdasarkan Pasal 82 dan Pasal 84. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasal 84 menyebutkan bahwa pelanggaran terhadap Pasal 82 berakibat pada kekalahan otomatis dengan skor 0-3.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Reaksi usai Putusan CAF<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan keputusan ini, Maroko resmi dinobatkan sebagai juara Piala Afrika 2025, sekaligus meraih trofi keduanya setelah terakhir kali juara pada 1976. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Senegal kembali tercatat hanya memiliki satu gelar Piala Afrika.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Federasi Sepak Bola Senegal belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun diperkirakan akan membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk banding lebih lanjut. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelumnya, kedua federasi dikenai denda lebih dari 1 juta euro, dan beberapa pemain serta ofisial juga dikenai sanksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski gelar dicabut, akun Instagram resmi @footballsenegal mengunggah foto pemain Senegal dengan tulisan \u201cChampions\u201d dan caption \u201cSelamanya yang Pertama\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejumlah pemain Senegal turut bereaksi di media sosial. Ismaila Sarr mengunggah emoji tertawa di Instagram Story.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Sementara El Hadji Malick Diouf membagikan foto dirinya merayakan gelar dengan tulisan \u201cJuara, bersuaralah!\u201d dan \u201cCara membuat pesta Anda lebih meriah\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita tidak bisa menghapus 16 menit terakhir pertandingan itu dan apa yang kita lihat,\u201d ujar Jurnalis sepak bola Afrika Utara, Maher Mezahi, mengatakan kepada BBC.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita tidak bisa menghapus perasaan saat melihat Senegal mengangkat trofi dan para pemain pulang membawa medali serta mengadakan parade,\u201d tambahnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Maroko resmi juara Piala Afrika 2025 setelah CAF mendiskualifikasi Senegal akibat insiden walk-off di final.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6255,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[315,316,317],"class_list":["post-6237","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sepakbola","tag-maroko","tag-piala-afrika","tag-senegal"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/soca.news\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Maroko-Resmi-Jadi-Juara-Piala-Afrika-2025-setelah-CAF-Mencabut-Gelar-Senegal.png",1250,849,false],"thumbnail":["https:\/\/soca.news\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Maroko-Resmi-Jadi-Juara-Piala-Afrika-2025-setelah-CAF-Mencabut-Gelar-Senegal-150x150.png",150,150,true],"medium":["https:\/\/soca.news\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Maroko-Resmi-Jadi-Juara-Piala-Afrika-2025-setelah-CAF-Mencabut-Gelar-Senegal-300x204.png",300,204,true],"medium_large":["https:\/\/soca.news\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Maroko-Resmi-Jadi-Juara-Piala-Afrika-2025-setelah-CAF-Mencabut-Gelar-Senegal-768x522.png",640,435,true],"large":["https:\/\/soca.news\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Maroko-Resmi-Jadi-Juara-Piala-Afrika-2025-setelah-CAF-Mencabut-Gelar-Senegal-1024x696.png",640,435,true],"1536x1536":["https:\/\/soca.news\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Maroko-Resmi-Jadi-Juara-Piala-Afrika-2025-setelah-CAF-Mencabut-Gelar-Senegal.png",1250,849,false],"2048x2048":["https:\/\/soca.news\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Maroko-Resmi-Jadi-Juara-Piala-Afrika-2025-setelah-CAF-Mencabut-Gelar-Senegal.png",1250,849,false],"covernews-featured":["https:\/\/soca.news\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Maroko-Resmi-Jadi-Juara-Piala-Afrika-2025-setelah-CAF-Mencabut-Gelar-Senegal-1024x696.png",1024,696,true],"covernews-medium":["https:\/\/soca.news\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Maroko-Resmi-Jadi-Juara-Piala-Afrika-2025-setelah-CAF-Mencabut-Gelar-Senegal-540x340.png",540,340,true]},"author_info":{"info":["Redaksi Soca News"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/soca.news\/index.php\/category\/sepakbola\/\" rel=\"category tag\">Sepakbola<\/a>","tag_info":"Sepakbola","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/soca.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/soca.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/soca.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/soca.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/soca.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6237"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/soca.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6237\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/soca.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6255"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/soca.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6237"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/soca.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6237"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/soca.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}